Dukun Patah Tulang Laris Karena Ahli Ortopedi Masih Kurang
Senin, 20/02/2012 15:07 WIB
AN Uyung Pramudiarja – detikHealth
Ilustrasi (dok: Thinkstock)Jakarta, Di Indonesia, persaingan antara dokter ortopedi dengan dukun patah tulang sangat ketat. Selain masalah harga yang jauh lebih murah, para dukun juga diuntungkan karena jumlah dokter ortopedi masih belum sebanding dengan jumlah pasiennya.
“Di Indonesia hanya ada sekitar 500 dokter ortopedi. Jumlah ini tentu jauh dari sempurna,” kata dr Luthfi Gatam, SpOT, ahli ortopedi dari RS Fatmawati dalam jumpa pers tentang Ortopedi dan Rehabilitasi Medik di RS Fatmawati, Senin (20/2/2012).
Sebagai pembanding, dr Luthfi mengatakan Amerika Serikat dengan populasi sekitar 300-аn juta jiwa memiliki sekitar 20 ribu dokter ortopedi. Sementara di Indonesia dengan jumlah penduduk 240 juta jiwa, dokter ortopedinya hanya ada sekitar 500 orang.
Kurangnya tenaga dokter ini membuat praktik pengobatan alternatif makin laris. Dukun patah tulang misalnya, makin banyak dikunjungi pasien karena tarifnya dalam mengobati masalah tulang dan otot memang lebih murah dibandingkan harus operasi di rumah sakit.
Padahal menurut dr Luthfi, praktik-praktik seperti ini tidak terjamin kemanjuran maupun keamanannya secara medis. Mungkin ada beberapa yang sembuh, namun ketika ada yang tidak berhasil maka biasanya tertutup informasinya oleh kisah-kisah sukses si dukun yang lain.
“Nah itu juga yang menjadi kelebihan dukun patah tulang. Kalau di rumah sakit terjadi kesalahan operasi, pasien menuntut bermiliar-miliar. Coba kalau dukun patah tulang yang salah, nggak ada ceritanya dukun digugat di pengadilan,” kata dr Luthfi.
Ditambahkan oleh dr Luthfi, kebutuhan dokter ortopedi di Indonesia cukup mendesak karena jumlah kasusnya sangat tinggi. Tiap bulan, RS Fatmawati yang memiliki unggulan dalam pelayanan ortopedi melayani sedikitnya 300 kasus dengan kasus terbanyak adalah nyeri punggung.
(up/ir)
Author: Admin
This author has published 147 articles so far. More info about the author is coming soon.